Minggu, 22 Februari 2009

Kehidupan Barak Obama


Walaupun ini blog pertama saya, tapi saya sangat tertarik untuk bicara tentang Barack Obama. Biasa, karena lagi trend nya Obama dimana-mana...Karena itu, saya akan berusaha memberikan sedikit informasi tentang seorang tokoh dunia yang pada tanggal 20 Januari 2009 kemarin, seluruh mata dunia tertuju padanya, ya..., dialah Barack Obama..Siapa sih yang gak kenal...Obama Geto looo...Terutama di negara Republik Indonesia...HA? ya knapa gk...Obama kan pernah tinggal di Berikut sekilas tentang Barack Obama Barack Hussein Obama II ( lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961; umur 47 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang sekarang menjabat dan merupakan Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Barack menjabat sejak 20 Januari 2009 menggantikan George Walker Bush. Sebelumnya ia merupakan Senator Junior dari Illinois dan kemudian menang dalam Pemilu Presiden 2008 pada 4 November 2008.

Obama adalah keturunan Afrika-Amerika pertama yang menjabat Presiden Amerika Serikat setelah sebelumnya merupakan keturunan Afrika-Amerika pertama yang dicalonkan oleh sebuah partai politik besar Amerika untuk menjadi presiden. Lulusan Universitas Columbia dan Sekolah Hukum Universitas Harvard; di sana ia menjabat sebagai presiden Harvard Law Review, Obama bekerja sebagai koordinator masyarakat dan menjabat sebagai pengacara hak sipil sebelum menjadi Senat Illinois selama tiga kali mulai 1997 hingga 2004. Ia mengajar hukum konstitusional di Sekolah Hukum Universitas Chicago sejak 1992 hingga 2004. Setelah kegagalan meraih kursi di Dewan Perwakilan AS tahun 2000, ia mengumumkan kampanyenya untuk Senat AS bulan Januari 2003. Setelah kemenangan Maret 2004, Obama menyampaikan key notenya pada Konvensi Nasional Demokrat Juli 2004. Ia terpilih sebagai Senat pada November 2004 dengan 70 persen suara.

Sebagai anggota minoritas Demokrat di Kongres ke-109, ia membantu membuat undang-undang yang mengatur senjata konvensional dan mempromosikan akuntabilitas publik dalam penggunaan dana federal. Ia juga melakukan perjalanan resmi ke Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Selama Kongres ke-110, ia membantu membuat UU mengenai lobi dan kecurangan pemilihan, perubahan iklim, terorisme nuklir, dan perawatan bagi personil militer AS yang pulang. Obama mengumumkan kampanye presidennya pada Februari 2007, dan dicalonkan pada Konvensi Nasional Demokrat 2008 dengan senator Delaware, Joe Biden sebagai pasangan kampanye. Dan Pada tanggal 4 November 2008 Barack Obama sukses mengalahkan rivalnya senator John Mccain dari partai republik dan menjadi presiden amerika ke 44 dan orang kulit hitam pertama sebagai presiden Amerika serikat.
Sori yaaa...ini sih nama nya bukan sekilas..tapi udah lumayan lengkap..eps tunggu dlu..yang mau aku bahas dsini..Kehidupan Barack Obama ...Selama ini mana ada sih Indonesia disebut-sebut kalau Amerika mau pemilu pemilihan Presiden. Di pemilu Amerika tahun 2008 kemarin, Indonesia jadi terdengar gaungnya di seluruh dunia karena apalagi k alua bukan karena Presiden terpilihnya, Barack Obama pernah menhirup udara dan tinggal di Indonesia. Keterikatan Obama dan Indonesia bahkan lebih pekat dari yang diperkirakan setelah pemberitaan mengenai peran dan identitas adik perempuannya yang berdarah Jawa, Indonesia, Maya Soetoro Ng, semakin luas.Sebelumnya, orang Indonesia lebih mengenal Obama hanya sebagai seorang AS yang menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia. Kini, pengetahuan itu bertambah dengan kepopuleran Maya Soetoro.

Ayah kandung Obama yang bernama Barack Hussein Obama adalah seorang Afrika berkewargnegaraan Kenya, sedangkan ayah kandung Maya adalah Lolo Soetoro, pria Jawa Timur tulen. Baik ayah kandung maupun ayah tiri Obama menganut keyakinan Islam.

Obama dan Maya beribu sama, seorang perempuan kulit putih bernama Stanley Ann Dunham.

Selama ini orang AS mengenal Michelle Obama, istri Obama, sebagai orang kuat di balik kampanye kecalonpresidenan dan karir politik Obama.

Tapi, setelah kampanye itu memasuki babak terpanasnya, orang AS mulai ingin mengenal lebih dekat sosok Obama, terutama keluarganya.Hal ini merupakan aset politik terbesar bagi Obama karena Obama mewarisi tradisi multikultur yang ada dalam keluarganya. Tradisi itu dikembangkan oleh para perempuan di sekitar Obama, mulai ibunya sampai Maya Soetoro.Begitu besarnya peran perempuan terhadap Obama tercermin dari perangai dan sikapnya yang lembut. Hampir semua orang terdekatnya adalah perempuan. Lima perempuan menjadi kekuatan inti pribadi Barack Obama, yaitu Michelle, ibundanya yang almarhum, sang nenek, Maya, dan Auma.

Keluarga Obama yang unik, karena berkomposisi ras warna-warni, sungguh menarik perhatian banyak orang di AS.

Auma adalah asli keturunan Kenya. Ibunda Auma adalah istri pertama dari Barack Obama Sr. Sedangkan, Maya, membawa darah campuran Asia.Saudara-saudara Obama yang lain hidup tenteram di Iowa, New Hampshire, dan jauh dari publikasi media, sehingga menyembunyikan keunikan keluarga Obama yang sesungguhnya merangsang apresiasi publik AS itu.

Meski berbeda ayah, mereka selalu berdekatan dan berkomunikasi sangat rekat, khususnya hubungan antara Maya dengan Obama.

Sampai sekarang Maya yang tumbuh besar bersama Obama di Indonesia dan Hawaii tetap mengenang masa kecil yang indah bersama sang abang. Berjam-jam ngobrol di telepon, menjadi tempat berkeluhkesah tatkala dibelit frustasi dan dirundung bingung, atau sebagai pelindung yang kadang terkesan protektif.
Maya yang sering dikira orang Latin atau hispanik itu sekarang telah menjadi istri pria Kanada keturunan Cina, Konrad Ng. Mereka dikarunia anak perempuan berusia 3 tahun bernama Suhaila.

Maya memeroleh gelar PhD dari Universitas Hawaii, dan sekarang mengajar pada sebuah sekolah di Honolulu, sedangkan suaminya adalah PhD ilmu politik yang aktif dalam kampanye kepresidenan Obama.
Tak hanya soal keberpihakan pada kaum terpinggirkan, Obama juga menjadi salah seorang kandidat presiden yang lebih bisa menawarkan cara kreatif dalam pendekatan internasional AS yang lebih ramah dan dialogis.

Obama yang dikenal santun berperilaku dan berucap akan menjadi bekal dalam membangun dialog antar-bangsa yang lebih terbuka, berderajat, dan saling menoleransi.

Selama ini pendekatan internasional AS pimpinan Presiden George Bush yang agresif penuh retorika keras dan anti dialog telah membuat AS keliru untuk kemudian gagal membina hubungan baik dengan dunia.

Untuk alasan mengakhiri kekeliruan ini pula Maya Soetoro menyebut Obama sebagai yang tertepat untuk rakyat AS. Namun, banyak pihak tentunya berkomentar, "Kita lihat saja nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar